Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda yang kaya raya,bernama Nyai Endit. Ia tinggal di sebuah desa di daerah Garut, Jawa Barat. Nyai Endit mempunyai harta yang berlimpah ruah. Akan tetapi, ia sangat kikir dan tamak. Ia juga sangat sombong, terutama pada orang-orang miskin. Suatu hari Nyai Endit mengadakan selamatan karena hartanya bertambah banyak. Ketika selamatan itu berlangsung, datanglah seorang pengemis. Keadaan pengemis itu sangat menyedihkan. Tubuhnya sangat kurus dan bajunya compang-camping. “Tolong Nyai, berilah hamba sedikit makanan, ”pengemis itu memohon. Melihat pengemis tua yang kotor dan compang-camping masuk ke rumahnya, Nyai Endit itu marah dan mengusir pengemis itu. “Pengemis kotor tidak tahu malu, pergi kau dari rumahku, ”bentak Nyai Endit. Dengan sedih pengemis itu pergi. Keesokan harinya masyarakat disibukkan dengan munculnya sebatang lidi yang tertancap di jalan desa. Semua orang berusaha mencabut lidi itu. Namun,tidak ada yang berhasil. Pengemis tua yang meminta makan pada Nyai Endit muncul kembali. Dengan cepat ia dapat mencabut lidi itu. Seketika keluarlah pancuran air yang sangat deras. Makin lama air itu makin deras. Karena takut kebanjiran,penduduk desa itu mengungsi. Nyai Endit yang kikir dan tamak tidak mau meninggalkan rumahnya. Ia sangat sayang pada hartanya. Akhirnya, ia tenggelam bersama dengan harta bendanya. Penduduk yang lain berhasil selamat. Konon,begitulah asal mula danau yang di kemudian hari dinamakan Situ Bagendit. (thanks to Dani Aristyanto)
situ bagendit di sore hari 2 Comments
bermesraan :) 2 Comments
bangunan di pinggir danau
bergaya neh.. 2 Comments
bapak nelayan 4 Comments
berpose sejenak 2 Comments
pinggir danau yang ditumbuhi eceng gondok
sampan untuk berlayar
senyum..
tempat menangkap ikan
warna langit sangat sempurna
bapak pendorong sampan yang kuat :)
serasa melayang bertiga 2 Comments
warung di tengah danau yang sudah tutup sejak tadi siang
subhanallah ... perjalanan 3 wanita telah sampai tempat yang indah karya sempurna dari Allah SWT ... tiada henti-hentinya 3 wanita mengucap syukur kepada Allah ..
2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
subhanallah ... perjalanan 3 wanita telah sampai tempat yang indah karya sempurna dari Allah SWT ... tiada henti-hentinya 3 wanita mengucap syukur kepada Allah ..
2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
[presenter perjalanan 3 wanita mode on]
halah.. apa coba, mas.. perbandingannya ketinggian :D