Bismillahirahmanirahim,
Teman-teman ku yang dirahmati ALLAH
SWT, Mengapa lidah kelu disaat
kematian? tetapi kematian itu pasti
menjelma. Hanya masa dan waktunya
yang tidak kita ketahui. Coba kita amati.
Mengapa kebanyakan orang yg nazak
(hampir ajal) tidak dapat berkata apa-
apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya
mimik mukanya yang menahan
kesakitan 'sakaratul maut'.
Diriwayatkan sebuah hadist yg
bermaksud: "Hendaklah kamu
mendiamkan diri ketika adzan, jika tidak
Allah akan kelukan lidahnya ketika maut
menghampirinya." Ini jelas menunjukkan,
kita disarankan agar mendiamkan diri,
jangan berkata apa-apa pun semasa azan
berkumandang.
Sebagai orang beragama Islam kita wajib
menghormati adzan. Banyak fadhilatnya.
Jika lagu kebangsaan kita diajar agar
berdiri tegak dan mendiamkan diri.
Mengapa ketika adzan kita tidak boleh
mendiamkan diri? Lantas siapa yang
berkata-kata ketika adzan, Allah akan
kelukan lidahnya ketika nazak.
Kita takut dengan kelunya lidah kita
semasa ajal hampir tiba maka kita tidak
dapat mengucap
kalimat "Laillahaillallah.." yang mana
sesiapa yang dapat mengucapkan kalimat
ini ketika nyawanya akan dicabut Allah
dgn izin Nya menjanjikan surga untuk
mereka. Dari itu marilah kita sama-sama
menghormati adzan dan mohon kepada
Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa
nyawa kita sedang dicabut.
"Ya Allah! Anugerah kan lah kematian
kami dengan kematian yang baik lagi
mulia, lancarkan lidah kami mengucap
kalimah "Laillahaillallah.." semasa
sakaratul maut menghampiri kami. Amin..
amin..amin Yarobbal a'lamin.."
Uang Rp 50.000 atau S$50 kelihatan
begitu besar bila dibawa ke kotak derma
masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa
ke supermarket. 45 menit terasa terlalu
lama untuk berzikir tapi betapa
pendeknya waktu itu untuk pertandingan
bola sepak. Semua insan ingin memasuki
surga tetapi tidak ramai yang berfikir dan
berbicara tentang bagaimana untuk
memasukinya.
Kita mengirimkan ribuan jokes dan surat
berantai melalui e-mail tetapi bila
mengirimkan yang berkaitan dengan
ibadah seringkali berfikir 2 atau 3 kali.jadi
tidak ada ruginya bila bulletin board ini
di sebar lagi oleh para pembaca
nya....OLEH ITU JANGAN BIARKAN DIRI
KITA INI MENJADI SEBAHAGIAN DARI
KELUCUAN TERSEBUT, INSYA'ALLAH.